Takemoto Eiji

About Him

ProfileDetails
Birth NameTakemoto Eiji (竹本 英史)
NicknameEiji
Place of BirthTokyo, Japan
Date of BirthAugust 14, 2005
SignLeo
Blood TypeB
Height / Weight183 cm / 62 kg
NationalityJapanese
OccupationHigh School Student
Major / MinorKAISHŪ / Etiquette

Personality

Positive
Straightforward ; Tidak menyukai sesuatu yang bertele-tele.
Loyal ; Eiji sosok yang setia kawan, ia tidak segan-segan untuk memukul orang yang mengganggu temannya.
Hate bullies ; Meskipun ia cukup pandai berkelahi, namun ia tidak menggunakan kekerasan untuk menindas seseorang ataupun tanpa ada alasan yang jelas.
Negative
Slacker ; Merupakan orang yang pemalas. Menurutnya, selagi masih ada hari esok, untuk apa dikerjakan sekarang?
Nosy, jokester ; Jika sedang tidak malas, ia suka menjahili teman-temannya. Temannya, Noa, adalah salah satu yang sering menjadi korban kejahilannya.
Forgetful, hard to memorize ; Ia lemah dalam pelajaran menghafal, oleh karena itu ia memilih kaishuu sebagai majornya.
Having difficulty opening up to people ; Ia cukup tertutup jika membicarakan hal tentang dirinya ataupun keluarganya.

Selfhood

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya terlahir dari keluarga yang memiliki privilege dari segi materi maupun kedudukan?

Pasti menyenangkan, bukan?

Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku untukku.

Sebelumnya akan ku perkenalkan keluargaku terlebih dahulu. Namaku Takemoto Eiji, aku merupakan anak kedua dari keluarga Takemoto. Seperti yang sudah aku katakan di awal, aku terlahir dari salah satu keluarga yang mendapatkan privilege tersebut. Ayahku, Takemoto Hiroshi, adalah seorang politikus di Jepang yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Jepang (Minister of Defense), sedangkan ibuku bernama Inoue Kaori (sekarang berganti jadi Takemoto Kaori). Ibuku tidak bekerja, sehari-hari ia menghabiskan waktunya di rumah atau berkumpul dengan ibu-ibu sosialita lainnya. Yah, meskipun sesekali ia kerap terlihat mendampingi ayahku di acara kenegaraan.

Perlu diketahui, bahwa pernikahannya dengan ibu merupakan pernikahan kedua bagi ayahku. Ayahku pernah menikah sebelumnya, namun istri pertamanya meninggal dunia karena penyakit. Dari pernikahan dengan istri pertama, ayah dikaruniai bayi laki-laki bernama Takemoto Hisa, hal itu menjadikan Hisa sebagai kakak tiriku. Sebagai seorang Menteri, ayahku dikenal sebagai sosok yang tegas dan berdedikasi terhadap pekerjaannya maupun negara. Namun sebagai kepala keluarga, ayahku juga dikenal sebagai sosok family man yang sangat sayang pada keluarganya…

…. Jika di hadapan orang banyak.

Benar, kalian tidak salah membaca.

Ayahku bersikap manis dengan keluargakuㅡ Ah, tidak, lebih tepatnya kepadaku, hanya di saat-saat tertentu saja. Misalnya, seperti pesta yang menghadirkan banyak orang. Namun apabila sudah di rumah, jangankan menghabiskan waktu bersama dengan ayah, bertegur sapa pun jarang… Seakan keberadaanku di rumah ini tidak ada untuknya. Perlakuan ini sudah aku dapatkan sejak aku duduk di bangku sekolah dasar. Sudah dari lama ayah selalu membandingkan aku dengan kakakku, Hisa. Semua pencapaian yang aku dapatkan seakan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan Hisa. Yah… Harus ku akui, kakak tiriku itu memang sangat unggul di berbagai bidang, baik di bidang akademik, maupun non-akademik.

Alih-alih merasa terpacu untuk menyaingi kakak tiriku, aku merasa bahwa perlakuan ayah terhadapku itu tidak adil. Oh, ayolah, seharusnya pria tua itu tahu bahwa kemampuan setiap orang itu tidaklah sama. Untuk apa mengejar kesempurnaan, padahal kalian sendiri tahu jika tidak ada yang sempurna di dunia ini?

Banyak orang bilang jika masa remaja merupakan masa peralihan anak-anak menuju masa dewasa. Di fase ini, pencarian identitas diri sangat menonjol. Pertentangan dan pemberontakan seakan menjadi bagian dari proses perkembangan tersebut. Bagiku, masa sekolah menengah pertama menjadi titik balik kehidupanku, perlakuan ayah terhadapku selama ini membuatku berpikir bahwa semua yang aku lakukan itu sia-sia. Aku pun mulai mencari kebebasan dan bertindak sesuka hati. Toh, bagaimana pun juga pria tua itu tetap tidak akan memedulikanku.

Puncaknya adalah saat aku berada di kelas 3 (tiga), pada saat itu aku terlibat perkelahian dengan salah seorang siswa dari kelas sebelah, aku menghajar siswa tersebut hingga tidak sadarkan diri. Kejadian tersebut membuat pihak sekolah memanggil ayahku. Hal tersebut membuat ayahku murka, dan untuk pertama kalinya, kami pun bertengkar hebat. Aku mencoba menjelaskan kepada ayah bahwa bukan aku yang memulai perkelahian tersebut, aku berani bersumpah kalau aku tidak akan menghajar siswa tersebut apabila ia tidak mengganggu temanku terlebih dahulu, namun ayah tetap bersikukuh dan tidak mau mendengarkan penjelasanku. Hingga akhirnya ayahku menyerahkan sebuah amplop yang bertuliskan ‘Kintsugi Elite Boarding School’, kemudian mengatakan sesuatu yang menurutku tidak masuk akalㅡ

“Baiklah. Jika kau berhasil masuk dan lulus dari sekolah ini, ayah akan mengakui kemampuanmu. Itu yang kamu mau, bukan?”

Facts About Him

  1. Memiliki kakak tiri laki-laki yang usianya lebih tua 10 tahun dari Eiji, mereka tidak terlalu dekat;

  2. Tidak dekat dengan ayahnya, karena jarang berinteraksi di rumah;

  3. Sewaktu masih kecil, sering penyakitan;

  4. Menyukai susu strawberry;

  5. Tubuhnya tinggi, namun tidak atletis;

  6. Di antara kedua temannya, ia yang paling tinggi;

  7. Sewaktu SMP pernah melakukan hal bodoh, yaitu iseng untuk mencoba rokok. Namun bukannya membeli yang baru, Eiji justru mengambil rokok milik seseorang ㅡentah siapaㅡ yang sudah terjatuh, dan mencobanya. Setelah itu, ia kapok karena rasanya tidak enak;

  8. Sebenarnya Eiji tidak terlalu bodoh. Ia hanya lemah di pelajaran menghafal, oleh karena itu ia mendaftarkan dirinya di Kaishu;

  9. Diam-diam wibu.